Kamus Mahasiswa Logo
Beranda/Berita Kampus/Perbedaan Joint Degree dan Double Degree, Ini Skemanya di Beasiswa LPDP 2026
Berita Kampus

Perbedaan Joint Degree dan Double Degree, Ini Skemanya di Beasiswa LPDP 2026

Tahu nggak sih? Sekarang semakin banyak universitas yang membuka program joint degree dan double degree. Menariknya, Beasiswa LPDP 2026 juga memungkinkan calon

By Widiyanto26 Agustus 20264 Menit Baca452 Dilihat0 Komentar
Perbedaan Joint Degree dan Double Degree, Ini Skemanya di Beasiswa LPDP 2026

Tahu nggak sih? Sekarang semakin banyak universitas yang membuka program joint degree dan double degree. Menariknya, Beasiswa LPDP 2026 juga memungkinkan calon pendaftar untuk menempuh studi melalui skema tersebut. Lalu, seperti apa sebenarnya program joint degree dan double degree, serta apa perbedaannya? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Program Joint Degree dan Double Degree?

Sebagaimana dijelaskan dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 100 Tahun 2023 tentang Pedoman Kerja Sama Perguruan Tinggi dalam Penyelenggaraan Pendidikan Bergelar, joint degree (gelar bersama) dan double degree (gelar ganda) merupakan bentuk program kerja sama pendidikan tinggi yang dikembangkan oleh dua atau lebih perguruan tinggi.

Skema ini dapat dilakukan baik antarperguruan tinggi dalam negeri (PTDN) maupun antara perguruan tinggi dalam negeri dengan mitra perguruan tinggi luar negeri (PTLN). Program joint degree dan double degree mencakup kegiatan pendidikan serta pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif antarperguruan tinggi.

Double degree maupun joint degree bertujuan untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, produktivitas, kreativitas, inovasi, mutu, dan relevansi pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan daya saing bangsa di tingkat global.

Baik program double degree maupun joint degree dapat menggunakan gabungan dari skema alih atau ambil kredit, pembimbingan bersama saat tugas akhir, serta kelas bersama pada jenjang sarjana, magister, maupun doktor. Seluruh metode tersebut harus tercantum secara jelas dalam perjanjian kerja sama atau Memorandum of Agreement (MoA) serta kurikulum yang telah disepakati oleh kedua program studi yang bermitra.

Perbedaan Double Degree dan Joint Degree

Perbedaan Program Studi

Program joint degree dilakukan oleh paling sedikit dua perguruan tinggi pada program studi yang sama, atau memiliki kesamaan mata kuliah minimal 75 persen pada jenjang kualifikasi yang sama.

Program double degree dilakukan oleh dua perguruan tinggi pada program studi yang berbeda tetapi dengan jenjang kualifikasi yang sama, dengan kesamaan mata kuliah antara 40 persen hingga 60 persen.

Jumlah Gelar

Joint degree menghasilkan satu gelar sebagai pengakuan atas hasil pendidikan pada jenjang sarjana, magister, atau doktor, dengan dua ijazah yang diterbitkan, yaitu satu dari kampus asal dan satu dari kampus mitra.

Double degree menghasilkan dua gelar yang diakui sebagai hasil pendidikan pada jenjang sarjana, magister, atau doktor.

Kewajiban Mengambil Mata Kuliah

Bagi mahasiswa joint degree, semua mata kuliah yang tercantum dalam MoA wajib diambil. Mata kuliah yang tumpang tindih dapat diambil di salah satu universitas mitra.

Bagi mahasiswa double degree, semua mata kuliah yang tercantum dalam MoA juga wajib diambil.

Persyaratan Akademik

Mahasiswa joint degree harus menempuh pendidikan dengan beban studi minimal 50 persen dari total beban studi yang disyaratkan program studi pengusul agar dapat memperoleh gelar bersama.

Mahasiswa double degree reguler harus telah menyelesaikan minimal satu semester di program studi asal dengan IPK minimal 3,51.

Syarat Kampus Penyelenggara Joint Degree dan Double Degree

Sebelum menyelenggarakan program joint degree dan double degree, baik perguruan tinggi dalam negeri maupun mitra luar negeri harus memenuhi sejumlah persyaratan sebagai berikut:

  1. PTDN yang melaksanakan program joint degree dan double degree harus memiliki izin operasional dan terakreditasi.
  2. PTLN mitra harus terakreditasi atau diakui secara resmi di negara asalnya.

Beasiswa LPDP 2026 Skema Double Degree dan Joint Degree

Beasiswa LPDP mendukung program studi magister dengan masa studi maksimal 24 bulan dan program doktor maksimal 48 bulan untuk skema double degree dan joint degree. Program yang didukung harus termasuk dalam daftar program studi dan perguruan tinggi tujuan luar negeri yang telah ditetapkan.

Beberapa skema beasiswa LPDP yang membuka peluang melalui program ini antara lain:

  1. Beasiswa STEM Industri Strategis, tidak termasuk bidang kewirausahaan dan industri kreatif.
  2. Beasiswa SHARE: Social, Humanities, Art for People, Religious Studies, Economics.
  3. Beasiswa Keolahragaan Jalur Penghargaan Prestasi.

Dengan adanya skema joint degree dan double degree, penerima Beasiswa LPDP tidak hanya memperoleh pengalaman akademik lintas negara, tetapi juga kesempatan mendapatkan pengakuan internasional melalui gelar dari lebih dari satu institusi pendidikan tinggi.

W

Penulis: Widiyanto

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi
Nasional

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi

Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian.

13 jam lalu40 views
Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Inspirasi

Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo

Yuda Agustian berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94.

13 jam lalu40 views
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ
Nasional

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ

Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

13 jam lalu30 views
UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah
Inspirasi

UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah

Teknologi ini dirancang untuk menemukan titik rawan kebakaran lebih cepat di lahan gambut Kalimantan.

2 hari lalu152 views