Kamus Mahasiswa Logo
Beranda/Berita Kampus/Mendikti Dorong Awardee Beasiswa Garuda Bangun Masa Depan Indonesia, Jangan Ragu Kembali ke Tanah Air
Berita Kampus

Mendikti Dorong Awardee Beasiswa Garuda Bangun Masa Depan Indonesia, Jangan Ragu Kembali ke Tanah Air

Penerima Beasiswa Garuda diharapkan tidak hanya menempuh pendidikan di kampus-kampus terbaik dunia, tetapi juga membawa pulang ilmu dan pengalaman untuk memperkuat pembangunan Indonesia.

By Agnes Yonatan (Penulis Utama)26 Agustus 20263 Menit Baca228 Dilihat0 Komentar
Mendikti Dorong Awardee Beasiswa Garuda Bangun Masa Depan Indonesia, Jangan Ragu Kembali ke Tanah Air

Penerima Beasiswa Garuda diharapkan tidak hanya menempuh pendidikan di kampus-kampus terbaik dunia, tetapi juga membawa pulang ilmu dan pengalaman untuk memperkuat pembangunan Indonesia. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan bahwa para awardee harus memiliki keberanian untuk berkarya di dalam negeri setelah menyelesaikan studi.

Pesan tersebut disampaikan Brian saat membuka Orientasi Program SMA Unggul Garuda Transformasi dan Pembekalan Batch 1 Awardee Beasiswa Garuda Tahun 2026 di Graha Diktisaintek, Jakarta, Kamis (9/7/2026). Menurutnya, penerima beasiswa merupakan talenta terbaik bangsa yang telah melalui proses seleksi ketat sehingga tidak perlu merasa khawatir menghadapi persaingan ketika kembali ke Indonesia.

Baca Juga: Indonesia Masih Kekurangan Talenta STEM, SMA Unggul Garuda Bakal Jadi Kawah Candradimuka Generasi Masa Depan

Penerima Beasiswa Diminta Percaya Diri Berkontribusi

Brian menilai kekhawatiran sebagian penerima beasiswa untuk kembali ke Indonesia sering kali muncul karena anggapan bahwa kesempatan kerja dan pengembangan karier di dalam negeri masih terbatas. Padahal, menurutnya, para penerima beasiswa memiliki kompetensi yang justru menjadi modal utama untuk menciptakan peluang baru.

Ia mengajak para mahasiswa untuk tidak menunggu fasilitas tersedia, melainkan berani mengambil peran sebagai pencipta solusi. Jika bidang yang diminati belum berkembang di Indonesia, para lulusan diharapkan mampu menjadi pelopor dalam membangun ekosistem baru sesuai keahlian yang dimiliki.

Sesuai ketentuan program, penerima Beasiswa Garuda Sarjana diwajibkan memberikan kontribusi bagi Indonesia sekurang-kurangnya selama dua kali masa studi yang ditempuh. Bentuk kontribusi tersebut akan ditetapkan lebih lanjut oleh Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi.

Pengalaman Pribadi Jadi Bekal Motivasi

Dalam kesempatan tersebut, Brian juga membagikan kisah perjalanannya saat menempuh pendidikan doktoral di Jepang. Ia memperoleh beasiswa secara mandiri dan selama menjalani studi turut bekerja sebagai petugas kebersihan kereta untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pengalaman tersebut, menurutnya, membentuk mental tangguh dan semangat juang yang penting dimiliki setiap mahasiswa. Ia berharap para penerima Beasiswa Garuda tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan bertahan, beradaptasi, dan menghadapi tantangan selama maupun setelah menyelesaikan pendidikan.

Aturan Kepulangan Fleksibel untuk Studi Lanjutan

Meski penerima beasiswa diwajibkan kembali ke Indonesia, pemerintah membuka ruang fleksibilitas bagi mereka yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Brian menjelaskan, apabila awardee diterima pada program magister dengan dukungan beasiswa atau pendanaan dari profesor maupun institusi pendidikan, pemerintah dapat memberikan relaksasi terhadap waktu kepulangan.

Pendekatan tersebut dilakukan agar kesempatan pengembangan kapasitas sumber daya manusia tetap dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa mengabaikan komitmen untuk berkontribusi kepada Indonesia di masa depan.

Ratusan Awardee Siap Tempuh Pendidikan Global

Pada Batch 1 Tahun 2026, sebanyak 390 pelajar berhasil terpilih sebagai penerima Beasiswa Garuda, sementara proses seleksi untuk Batch 2 masih berlangsung.

Melalui program ini, para awardee memperoleh pendanaan untuk menempuh pendidikan sarjana di perguruan tinggi luar negeri maupun melalui skema joint degree atau dual degree yang melibatkan perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri. Selain pembiayaan pendidikan, penerima beasiswa juga memiliki kesempatan mengikuti program magang, termasuk di berbagai BUMN, yang nantinya dapat diakui sebagai bagian dari kredit akademik di universitas tempat mereka menempuh studi.

Baca Juga: Beasiswa Garuda Gelombang II Masih Dibuka, Mahasiswa Berpeluang Kuliah S1 Gratis di Dalam dan Luar Negeri!

A

Penulis: Agnes Yonatan (Penulis Utama)

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi
Nasional

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi

Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian.

13 jam lalu40 views
Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Inspirasi

Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo

Yuda Agustian berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94.

13 jam lalu42 views
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ
Nasional

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ

Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

13 jam lalu32 views
UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah
Inspirasi

UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah

Teknologi ini dirancang untuk menemukan titik rawan kebakaran lebih cepat di lahan gambut Kalimantan.

2 hari lalu154 views