Kamus Mahasiswa Logo
Beranda/Nasional/Manajemen Jadi Jurusan dengan Penganggur S1 Terbanyak, Ini Penjelasannya
Nasional

Manajemen Jadi Jurusan dengan Penganggur S1 Terbanyak, Ini Penjelasannya

10,3% penganggur sarjana berasal dari manajemen.

By Agnes Yonatan (Penulis Utama)26 Agustus 20264 Menit Baca415 Dilihat0 Komentar
Manajemen Jadi Jurusan dengan Penganggur S1 Terbanyak, Ini Penjelasannya

Manajemen tercatat sebagai bidang studi yang paling banyak ditemukan di kalangan penganggur dengan pendidikan minimal S1 di Indonesia. Temuan tersebut berasal dari kajian perlindungan sosial dan tenaga kerja yang dilakukan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI).

Kajian yang disusun Muhammad Hanri, PhD dan Nia Kurnia Sholihah, ME itu mencatat sekitar 10,3 persen penganggur lulusan minimal S1 berasal dari bidang studi Manajemen.

Posisi berikutnya ditempati Hukum dengan persentase 9 persen, Ekonomi 8,7 persen, Pendidikan 7,1 persen, serta Akuntansi 5,1 persen. Jika kelima bidang studi tersebut digabungkan, jumlahnya mencapai sekitar 40 persen dari seluruh penganggur dengan pendidikan minimal S1.

Baca Juga: Melihat Tren Angka Pengangguran di Indonesia 1 Dekade Terakhir

Banyak Lulusan, Bidang Keilmuan Juga Luas

LPEM FEB UI menjelaskan, tingginya jumlah penganggur sarjana dari sejumlah bidang studi salah satunya berkaitan dengan besarnya jumlah lulusan serta cakupan keilmuan yang luas.

Manajemen menjadi salah satu contoh bidang studi dengan cakupan yang beragam. Keilmuannya mencakup pengelolaan organisasi, keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, aset, hingga industri.

Sementara itu, Akuntansi dan Administrasi Bisnis ditempatkan sebagai bidang studi tersendiri, meskipun ketiganya masih berada dalam rumpun keilmuan bisnis yang berdekatan.

Besarnya proporsi lulusan Manajemen, Akuntansi, dan Administrasi Bisnis di antara penganggur sarjana dinilai tidak terlalu mengejutkan. Ketiga program studi tersebut tersedia di banyak perguruan tinggi dan umumnya memiliki daya tampung mahasiswa yang besar.

Lulusan dari bidang tersebut juga memiliki pilihan karier yang beragam, mulai dari administrasi, pemasaran, perbankan, keuangan, sumber daya manusia, hingga pengelolaan usaha.

Pilihan Karier Beragam Tak Selalu Berarti Mudah Masuk Kerja

Meski memiliki cakupan pekerjaan yang luas, lulusan bidang bisnis tetap menghadapi persaingan ketika memasuki pasar kerja, terutama pada tahap awal karier.

Mereka tidak hanya bersaing dengan lulusan dari program studi yang sama, tetapi juga dengan alumni dari bidang ilmu sosial lainnya. Posisi pekerjaan yang relatif umum dapat diisi oleh lulusan Ekonomi, Hukum, Komunikasi, maupun bidang ilmu sosial lainnya.

Dengan demikian, banyaknya pilihan karier tidak secara otomatis membuat lulusan lebih mudah mendapatkan pekerjaan.

Namun, LPEM FEB UI menegaskan bahwa data tersebut bukan merupakan tingkat pengangguran untuk masing-masing bidang studi. Karena itu, angka tersebut tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa Manajemen, Pendidikan, atau bidang studi lainnya memiliki prospek kerja paling buruk.

Manajemen Juga Jadi Pilihan Favorit Mahasiswa

Tingginya jumlah lulusan Manajemen juga sejalan dengan besarnya minat mahasiswa terhadap program studi tersebut.

Berdasarkan Statistik Pendidikan Tinggi 2025 yang disusun Pusdatin Kemdiktisaintek, Manajemen menjadi program studi dengan jumlah mahasiswa baru terbanyak di Indonesia. Sepanjang 2025, tercatat 210.182 mahasiswa baru memilih program studi Manajemen.

Jumlah tersebut mengungguli sejumlah program studi populer lainnya, seperti Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Ilmu Hukum, dan Akuntansi.

Ketersediaan program studi Manajemen di perguruan tinggi Indonesia juga tergolong banyak. Pada 2025, tercatat terdapat 1.310 program studi Manajemen yang tersedia di berbagai perguruan tinggi.

Lebih dari 1 Juta Mahasiswa Kuliah Manajemen

Jika dilihat berdasarkan jumlah mahasiswa yang masih terdaftar, Manajemen juga menempati posisi teratas. Pada 2025, terdapat 1.096.786 mahasiswa yang tercatat mengambil program studi S1 Manajemen.

Jumlah tersebut jauh melampaui PGSD yang memiliki 544.740 mahasiswa. Berikutnya adalah Ilmu Hukum dengan 395.677 mahasiswa dan Akuntansi sebanyak 360.843 mahasiswa.

Data tersebut menunjukkan bahwa Manajemen dan bidang kependidikan masih menjadi pilihan utama mahasiswa Indonesia. Manajemen menyumbang 20,82 persen dari total mahasiswa dalam kelompok program studi dengan jumlah mahasiswa terbanyak, sementara Pendidikan Profesi Guru mencapai 10,68 persen.

Lulusan Manajemen Capai 140 Ribu Orang

Dari sisi jumlah lulusan S1, Manajemen juga termasuk dalam lima program studi dengan lulusan terbanyak pada 2025.

Jumlah lulusan Manajemen pada tahun tersebut mencapai 140.132 orang. Angka ini turut menunjukkan besarnya jumlah mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang Manajemen dibandingkan dengan sejumlah program studi lainnya.

Baca Juga: Survei BPS 2025: Gen Z jadi Kelompok Usia dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi

A

Penulis: Agnes Yonatan (Penulis Utama)

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi
Nasional

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi

Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian.

13 jam lalu40 views
Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Inspirasi

Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo

Yuda Agustian berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94.

13 jam lalu40 views
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ
Nasional

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ

Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

13 jam lalu30 views
UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah
Inspirasi

UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah

Teknologi ini dirancang untuk menemukan titik rawan kebakaran lebih cepat di lahan gambut Kalimantan.

2 hari lalu152 views