Mahasiswa UK Petra Ciptakan GO! MAJA, Yoghurt Unik Berbahan Buah Lokal Yang Diabaikan Jadi Kaya Manfaat dan Menyehatkan
Mahasiswa Universitas Kristen Petra menciptakan inovasi pangan fungsional bernama GO! MAJA, sebuah Greek Yoghurt yang menggunakan ekstrak buah maja sebagai bah

Mahasiswa Universitas Kristen Petra menciptakan inovasi pangan fungsional bernama GO! MAJA, sebuah Greek Yoghurt yang menggunakan ekstrak buah maja sebagai bahan utamanya.
Inovasi ini berangkat dari fenomena pola konsumsi masyarakat Indonesia saat perayaan Idulfitri yang identik dengan hidangan tinggi santan dan gula. Pola makan tersebut kerap memicu gangguan pada sistem pencernaan, terutama ketika dikonsumsi dalam jumlah berlebih dalam waktu singkat.
Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa UK Petra menghadirkan solusi berupa minuman probiotik berbasis bahan lokal yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memiliki nilai tambah dari sisi inovasi pangan.
Tim Pengembang
GO! MAJA merupakan hasil kerja tim lintas disiplin ilmu yang terdiri dari:
- Ardan Rezon Prasetio
- Audrey Hadara Wattimena
- Aurelia Callysta
- Fedilia Yanson Widio
- Samuel Jason Liwanto Lie
Tim ini berada di bawah bimbingan dosen David Kristanto yang turut mengarahkan proses riset hingga pengembangan produk.
Baca juga: Mahasiswa UGM Kembangkan AI Kesehatan Mental, Raih Juara Dunia dengan Hadiah Rp4 Miliar
Kandungan dan Manfaat
Ardan Rezon Prasetio, selaku ketua tim, menjelaskan bahwa buah maja memiliki kandungan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan.
"Dengan kandungan Lektin dan Quercetin, GO! MAJA bukan sekadar minuman sehat, melainkan pelindung dinding lambung yang sangat dibutuhkan saat pola makan kita berubah drastis di hari raya Idulfitri," ungkapnya.
Melalui pengujian laboratorium, produk ini terbukti memiliki sejumlah manfaat, antara lain meningkatkan daya tahan tubuh, melawan radikal bebas, serta menjaga kesehatan jantung dan sistem pencernaan.

Proses Inovasi Produk
Salah satu tantangan utama dalam pengembangan GO! MAJA adalah mengatasi rasa pahit alami dari buah maja. Untuk itu, tim menerapkan teknik fermentasi khusus selama tiga hari yang mampu mengubah cita rasa menjadi lebih segar dan dapat diterima oleh konsumen.
Menurut David Kristanto, keunggulan utama produk ini terletak pada perpaduan Greek Yoghurt dengan sirup serta jeli dari sari buah maja murni.
Proses produksi satu kemasan GO! MAJA memerlukan waktu sekitar empat hari hingga siap dikonsumsi.
Respons Pasar dan Harga
Meski masih tergolong baru, GO! MAJA telah mendapatkan respons positif di lingkungan kampus. Produk ini tercatat telah terjual sebanyak 120 kantong.
Minuman probiotik ini dipasarkan dengan harga terjangkau, yakni Rp5.000 untuk kemasan 50 ml, sehingga dinilai memiliki potensi besar untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Prospek Pengembangan
Awalnya, inovasi ini dipersiapkan untuk mengikuti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dari Kemendiktisaintek pada April 2026.
Namun, tingginya minat pasar mendorong tim untuk mempertimbangkan pengembangan GO! MAJA ke arah bisnis komersial.
“Melalui pengembangan yoghurt buah maja ini, saya berharap dapat menciptakan produk inovatif berbasis fermentasi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Selain memberikan nilai gizi dan manfaat probiotik, produk ini diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi yang selama ini diabaikan,” tutur David.
Penulis: Widiyanto
Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.
Komentar Pengunjung (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Referensi Terkait

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi
Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian.

Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Yuda Agustian berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94.

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ
Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah
Teknologi ini dirancang untuk menemukan titik rawan kebakaran lebih cepat di lahan gambut Kalimantan.

