Kamus Mahasiswa Logo
Beranda/Beasiswa/Kemenkes Buka Beasiswa Kedokteran ke Jepang 2026, Kuliah Gratis hingga 6 Tahun
Beasiswa

Kemenkes Buka Beasiswa Kedokteran ke Jepang 2026, Kuliah Gratis hingga 6 Tahun

Mahasiswa Kedokteran dari 52 kampus mitra berkesempatan menempuh pendidikan di Jepang dengan beasiswa penuh.

By Agnes Yonatan (Penulis Utama)26 Agustus 20263 Menit Baca298 Dilihat0 Komentar
Kemenkes Buka Beasiswa Kedokteran ke Jepang 2026, Kuliah Gratis hingga 6 Tahun

Kabar baik bagi mahasiswa kedokteran yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka program beasiswa S1 Kedokteran ke Jepang tahun 2026.

Melalui program ini, penerima beasiswa akan menempuh pendidikan kedokteran selama enam tahun di International University of Health and Welfare (IUHW), Jepang. Universitas tersebut dikenal sebagai perguruan tinggi swasta pertama di Jepang yang secara khusus mendedikasikan pendidikannya pada bidang kesehatan, kedokteran, dan kesejahteraan sosial.

Program ini tidak berhenti pada pendidikan di bangku kuliah. Setelah menyelesaikan masa studi, penerima beasiswa akan mengikuti National Examination for Medical Practitioners dalam bahasa Jepang, kemudian menjalani program residensi selama dua tahun sebelum kembali ke Indonesia.

Baca Juga: SMK Go Global 2026 Resmi Dibuka, Lulusan SMK Bisa Kerja ke Luar Negeri

Dapat beasiswa penuh dan fasilitas tempat tinggal

Tak hanya membiayai pendidikan, program beasiswa Kemenkes ini juga memberikan sejumlah fasilitas bagi penerimanya.

Berikut manfaat yang ditawarkan:

  • Pelatihan bahasa Jepang atau Japanese-Language Proficiency (JLP) selama enam bulan.
  • Beasiswa penuh selama enam tahun, mencakup biaya pendaftaran, biaya kuliah dan akademik, laboratorium, materi pembelajaran, serta pelatihan lainnya.
  • Tempat tinggal berupa single dormitory room di Narita International House.
  • Makan dua kali sehari di kafetaria.
  • Uang saku bulanan.

Dengan berbagai fasilitas tersebut, peserta dapat lebih fokus menjalani pendidikan kedokteran di Jepang tanpa harus menanggung biaya studi dan kebutuhan utama secara mandiri.

Siapa saja yang bisa mendaftar?

Program ini ditujukan bagi mahasiswa kedokteran aktif. Kandidat harus berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan tercatat sebagai mahasiswa pada semester gasal tahun akademik 2026/2027.

Kemenkes mengutamakan mahasiswa baru dan mahasiswa tahun kedua. Selain itu, peserta diharapkan memiliki prestasi akademik yang baik serta memperoleh rekomendasi dari perguruan tinggi asal.

Kemampuan bahasa asing juga menjadi salah satu pertimbangan. Kandidat diharapkan memiliki kemampuan bahasa asing yang baik, terutama bahasa Inggris.

Sejumlah dokumen juga perlu dipersiapkan, antara lain formulir pendaftaran IUHW yang berisi data pribadi, rapor atau transkrip pendidikan SMA, ijazah SMA, serta paspor.

53 kampus mitra mendapat kuota

Kesempatan mengikuti program ini tersedia bagi mahasiswa dari puluhan perguruan tinggi mitra di Indonesia. Total terdapat 53 universitas yang mendapatkan alokasi peserta.

Beberapa kampus memperoleh kuota lebih besar, seperti Universitas Airlangga dengan enam orang, Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran masing-masing lima orang, serta Universitas Andalas dan Universitas Sam Ratulangi masing-masing empat orang.

Berikut daftar lengkap kuota peserta:

No.UniversitasKuota
1Universitas Airlangga6
2Universitas Diponegoro2
3UIN Alauddin Makassar1
4Universitas Jenderal Achmad Yani1
5Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai1
6Universitas Indonesia5
7Universitas Hasanuddin2
8Universitas Abdurrab1
9Universitas Karya Husada Semarang1
10Universitas Papua1
11Universitas Padjadjaran5
12Universitas Jember2
13Universitas Ahmad Dahlan1
14Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya1
15Universitas Pasundan1
16Universitas Andalas4
17Universitas Mataram2
18Universitas Bengkulu1
19Universitas Kristen Duta Wacana1
20Universitas Pelita Harapan1
21Universitas Sam Ratulangi4
22Universitas Muhammadiyah Semarang2
23Universitas Ciputra Surabaya1
24Universitas Lampung1
25UPN Veteran Jawa Timur1
26Universitas Hang Tuah3
27Universitas Sriwijaya2
28Universitas Halu Oleo1
29Universitas Muhammadiyah Palangka Raya1
30Universitas Pendidikan Ganesha1
31UIN Maulana Malik Ibrahim Malang3
32Universitas Syiah Kuala2
33Universitas Hamzanwadi1
34Universitas Muhammadiyah Palangkaraya1
35Universitas Riau1
36Universitas Sumatera Utara3
37Universitas Tadulako2
38Universitas HKBP Nommensen1
39Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara1
40Universitas Sebelas Maret1
41Universitas Warmadewa3
42Universitas Udayana2
43Universitas Islam Indonesia1
44Universitas Muhammadiyah Surakarta1
45Universitas Sunan Gresik1
46Universitas Tanjungpura3
47Universitas Negeri Padang2
48UIN Sunan Gunung Djati1
49Universitas Mulawarman1
50Universitas Trisakti1
51UIN Syarif Hidayatullah Jakarta1
52Universitas Negeri Medan1
53Universitas YARSI1

Pendaftaran dibuka sampai 25 Agustus 2026

Bagi mahasiswa yang memenuhi persyaratan, pendaftaran beasiswa dijadwalkan berlangsung pada 10-25 Agustus 2026.

Tahapan seleksi selanjutnya meliputi:

  • Pendaftaran: 10-25 Agustus 2026
  • Seleksi administrasi: 26-31 Agustus 2026
  • Tes tertulis dan wawancara: September 2026
  • Pengumuman: 30 September 2026

Bagi mahasiswa kedokteran yang memiliki target melanjutkan pendidikan ke luar negeri, program ini menjadi salah satu kesempatan menarik untuk mendapatkan pengalaman akademik di Jepang sekaligus memperoleh dukungan pembiayaan selama masa studi.

Baca Juga: Beasiswa ParagonCorp 2026 Dibuka untuk Mahasiswa, Ada Dua Pilihan Program

A

Penulis: Agnes Yonatan (Penulis Utama)

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi
Nasional

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi

Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian.

13 jam lalu40 views
Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Inspirasi

Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo

Yuda Agustian berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94.

13 jam lalu42 views
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ
Nasional

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ

Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

13 jam lalu30 views
UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah
Inspirasi

UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah

Teknologi ini dirancang untuk menemukan titik rawan kebakaran lebih cepat di lahan gambut Kalimantan.

2 hari lalu154 views