Kamus Mahasiswa Logo
Beranda/Ranking Kampus/Kampus Makin Inovatif, Ini 10 Perguruan Tinggi dengan Pengajuan Paten Terbanyak Sepanjang 2025
Ranking Kampus

Kampus Makin Inovatif, Ini 10 Perguruan Tinggi dengan Pengajuan Paten Terbanyak Sepanjang 2025

Unair jadi perguruan tinggi dengan pengajuan paten terbanyak pada 2025.

By Agnes Yonatan (Penulis Utama)26 Agustus 20262 Menit Baca249 Dilihat0 Komentar
Kampus Makin Inovatif, Ini 10 Perguruan Tinggi dengan Pengajuan Paten Terbanyak Sepanjang 2025

Perguruan tinggi di Indonesia terus menunjukkan perannya sebagai pusat lahirnya inovasi. Sepanjang 2025, sejumlah kampus mencatatkan pengajuan paten dalam jumlah tinggi sebagai upaya melindungi hasil riset dan mendorong pemanfaatannya bagi masyarakat maupun industri.

Data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum menunjukkan, Universitas Airlangga (Unair) menjadi perguruan tinggi dengan jumlah permohonan paten terbanyak selama 2025. Posisi tersebut diikuti oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Baca Juga: Unair Bangun Kampus Pascasarjana di Jakarta, Fokus Perkuat Riset dan Kolaborasi Nasional

Daftar Kampus dengan Pengajuan Paten Terbanyak

Berdasarkan catatan DJKI, berikut 10 perguruan tinggi dengan jumlah pengajuan paten terbanyak sepanjang 2025:

  1. Universitas Airlangga (Unair) – 57 paten
  2. Universitas Gadjah Mada (UGM) – 53 paten
  3. Institut Teknologi Bandung (ITB) – 51 paten
  4. Institut Pertanian Bogor (IPB) – 44 paten
  5. Universitas Indonesia (UI) – 33 paten
  6. Universitas Negeri Surabaya (Unesa) – 26 paten
  7. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) – 21 paten
  8. Institut Teknologi Sumatera (Itera) – 17 paten
  9. Universitas Jember (Unej) – 16 paten
  10. Universitas Syiah Kuala (USK) – 15 paten

Dominasi perguruan tinggi besar dalam daftar tersebut menunjukkan tingginya aktivitas penelitian dan pengembangan teknologi di lingkungan kampus. Pengajuan paten juga menjadi indikator bahwa hasil riset tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi mulai diarahkan menuju perlindungan kekayaan intelektual dan peluang komersialisasi.

Paten Jadi Langkah Penting Hilirisasi Riset

Paten merupakan hak eksklusif yang diberikan negara kepada penemu atas invensi di bidang teknologi dalam jangka waktu tertentu. Perlindungan ini memungkinkan inventor memperoleh hak untuk memanfaatkan temuannya sekaligus mendorong inovasi agar dapat dikembangkan menjadi produk atau teknologi yang memiliki nilai tambah.

Agar dapat memperoleh paten, suatu invensi harus memenuhi sejumlah persyaratan utama, yakni bersifat baru, mengandung langkah inventif atau kebaruan yang tidak mudah diduga oleh ahli di bidangnya, serta dapat diterapkan dalam kegiatan industri. Dengan demikian, sistem paten menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat hilirisasi hasil penelitian dari perguruan tinggi menuju pemanfaatan yang lebih luas.

Pengajuan Paten Dilakukan Secara Daring

Pengajuan paten di Indonesia dilakukan melalui sistem daring yang disediakan DJKI Kementerian Hukum. Pemohon perlu melengkapi informasi mengenai invensi, data pemilik dan inventor, serta mengunggah dokumen pendukung sebelum permohonan diproses.

Digitalisasi layanan tersebut diharapkan dapat mempermudah peneliti, dosen, maupun institusi pendidikan dalam melindungi hasil inovasinya, sekaligus memperkuat ekosistem riset dan kekayaan intelektual nasional.

Baca Juga: Maudy Ayunda dan ITB Kolaborasi Hasilkan Paten Inovasi Nyamplung, Dari Tanaman Pesisir ke Produk Global

A

Penulis: Agnes Yonatan (Penulis Utama)

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi
Nasional

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi

Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian.

13 jam lalu40 views
Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Inspirasi

Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo

Yuda Agustian berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94.

13 jam lalu42 views
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ
Nasional

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ

Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

13 jam lalu30 views
UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah
Inspirasi

UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah

Teknologi ini dirancang untuk menemukan titik rawan kebakaran lebih cepat di lahan gambut Kalimantan.

2 hari lalu154 views