Kalahkan Korea Selatan Hingga China, Inovasi Blockchain Antar Dua Mahasiswa Unair Juara ASIAN Young Leader Forum di Vietnam
Dua mahasiswa asal Universitas Airlangga (Unair), Rizqi Alfy Dzikria dan Qisthy Fatiyah Ahmad, berhasil menorehkan prestasi internasional dengan meraih kategor

Dua mahasiswa asal Universitas Airlangga (Unair), Rizqi Alfy Dzikria dan Qisthy Fatiyah Ahmad, berhasil menorehkan prestasi internasional dengan meraih kategori Best Paper dalam ajang ASIAN Young Leader Forum yang diselenggarakan di University of Economics and Finance (UEF), Ho Chi Minh City.
Kedua mahasiswa dari jurusan Ekonomi Islam tersebut mengungkapkan bahwa pencapaian ini menjadi pengalaman berharga yang memberikan banyak manfaat, baik dari sisi akademik maupun pengembangan diri.
“Sangat seru dan kami merasa bersyukur karena memang semuanya pertama bagi kami. Pertama kali mengikuti forum internasional, pertama kali ke luar negeri, pertama kali presentasi dengan audiens dari berbagai negara, dan kami juga berhasil membawa juara untuk UNAIR,” tutur Rizqi.
Prestasi tersebut diraih melalui karya ilmiah berjudul "inSwift: Blockchain-Driven Sharia Mobility for Inclusive and Sustainable Urban Transport." Paper ini mengangkat solusi berbasis teknologi untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi pengemudi ojek online di Indonesia.
“Banyak permasalahan terkait ojek online seperti jam kerja hingga fee dari platform penyedia jasa,” lanjutnya.
Karya tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), khususnya para pengemudi ojek online, agar dapat berkontribusi secara optimal dalam aktivitas kerja sehari-hari.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Unair, rangkaian kegiatan forum dimulai dengan upacara pembukaan yang meriah, dilanjutkan dengan agenda cultural night dan gala dinner. Pada hari kedua, peserta mengikuti sesi presentasi karya ilmiah.
Selain itu, para peserta juga berkesempatan mengunjungi perusahaan CT Group Vietnam serta HUTECH University untuk memperluas wawasan industri dan akademik.
Rangkaian Kegiatan Forum
- Upacara pembukaan (opening ceremony)
- Cultural night dan gala dinner
- Presentasi karya ilmiah peserta
- Kunjungan ke CT Group Vietnam
- Kunjungan ke HUTECH University
- City tour Ho Chi Minh City
- Closing ceremony dan awarding
“Kami juga diajak berkeliling Ho Chi Minh dengan bus kota untuk menikmati pemandangan kota,” jelasnya.
Bagi Rizqi, keterlibatan dalam forum internasional seperti ini memberikan dampak positif, terutama dalam membuka peluang jejaring global yang lebih luas.
“Yang sangat berkesan adalah bertemu teman-teman dari Malaysia, Singapura, Thailand, China, Korea, Taiwan, Vietnam, India, hingga Philipina. Kami berkenalan satu sama lain dan mengenalkan budaya masing-masing negara,” pungkasnya.
Penulis: Widiyanto
Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.
Komentar Pengunjung (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Referensi Terkait

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi
Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian.

Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Yuda Agustian berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94.

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ
Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah
Teknologi ini dirancang untuk menemukan titik rawan kebakaran lebih cepat di lahan gambut Kalimantan.

