Kamus Mahasiswa Logo
Beranda/Inspirasi/Inovasi ITB dan IPB Bantu Nelayan Tangkap Ikan Bernilai Tinggi Lewat Rumpon Portabel Berbasis Suara
Inspirasi

Inovasi ITB dan IPB Bantu Nelayan Tangkap Ikan Bernilai Tinggi Lewat Rumpon Portabel Berbasis Suara

ITB dan IPB University menghadirkan inovasi teknologi yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas nelayan di wilayah pesisir.

By Agnes Yonatan (Penulis Utama)26 Agustus 20263 Menit Baca989 Dilihat0 Komentar
Inovasi ITB dan IPB Bantu Nelayan Tangkap Ikan Bernilai Tinggi Lewat Rumpon Portabel Berbasis Suara

Kolaborasi Institut Teknologi Bandung (ITB) dan IPB University menghadirkan inovasi teknologi yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas nelayan di wilayah pesisir. Melalui program pengabdian kepada masyarakat, tim peneliti mengembangkan rumpon portabel berbasis atraktor suara yang dirancang untuk menarik ikan pelagis dan membantu nelayan memperoleh hasil tangkapan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Inovasi tersebut diterapkan di Desa Kabetan, Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah, yang sebagian besar penduduknya menggantungkan mata pencaharian pada sektor perikanan. Sebelumnya, keterbatasan teknologi membuat nelayan lebih banyak menangkap ikan karang di perairan dangkal, yang umumnya memiliki nilai jual lebih rendah dibandingkan ikan pelagis.

Baca Juga: Maudy Ayunda dan ITB Kolaborasi Hasilkan Paten Inovasi Nyamplung, Dari Tanaman Pesisir ke Produk Global

Rumpon Portabel Dirancang untuk Perairan Lebih Dalam

Rumpon merupakan alat bantu yang berfungsi mengumpulkan ikan di satu lokasi sehingga memudahkan proses penangkapan. Berbeda dengan rumpon konvensional, teknologi yang dikembangkan tim ITB dan IPB menggunakan atraktor suara untuk menarik ikan pelagis berkumpul di sekitar alat.

Rumpon portabel tersebut dirancang agar dapat beroperasi hingga kedalaman sekitar 30 meter, sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan tempat nelayan beraktivitas. Selain mudah dirakit, desainnya juga dibuat sederhana sehingga perawatan dan pengoperasiannya dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.

Terbukti Meningkatkan Hasil Tangkapan

Sebelum diterapkan di Desa Kabetan pada Juni 2026, teknologi ini telah melalui tahap uji lapangan. Hasil pengujian menunjukkan penggunaan rumpon portabel mampu meningkatkan jumlah hasil tangkapan sekaligus menambah keragaman jenis ikan yang berhasil diperoleh nelayan.

Temuan tersebut kemudian menjadi dasar penyempurnaan desain sebelum teknologi diimplementasikan secara langsung kepada masyarakat pesisir.

Tak Sekadar Menyerahkan Alat

Program pengabdian ini tidak hanya memberikan bantuan berupa enam unit rumpon portabel berbasis atraktor suara. Tim juga menyerahkan 23 paket jaring insang monofilament dan 10 paket pancing ulur untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan.

Selain itu, nelayan memperoleh pelatihan mengenai cara memasang, mengoperasikan, serta merawat rumpon agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Pendampingan juga diberikan untuk memperkenalkan penggunaan alat tangkap yang lebih efektif sekaligus ramah lingkungan.

Ketua tim pengabdian, Dr. Ir. Sri Raharno, S.T., M.T., menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologinya, tetapi juga sejauh mana teknologi tersebut dapat diterapkan dan dimanfaatkan langsung oleh masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Dilengkapi Dukungan Energi Bersih

Selain mendukung sektor perikanan, tim pengabdian turut memasang lima unit lampu jalan tenaga surya di kawasan pesisir. Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan warga sekaligus memperluas pemanfaatan energi bersih di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses listrik.

Ke depan, model pendampingan dan teknologi rumpon portabel yang diterapkan di Desa Kabetan diharapkan dapat direplikasi di berbagai desa pesisir lain di Indonesia yang menghadapi tantangan serupa dalam meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus mendorong pemanfaatan teknologi tepat guna.

Baca Juga: Rekomendasi 10 Kampus di Indonesia Jurusan Ilmu Lingkungan Terbaik Versi EduRank 2026, IPB Peringkat 1!

A

Penulis: Agnes Yonatan (Penulis Utama)

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi
Nasional

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi

Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian.

13 jam lalu40 views
Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Inspirasi

Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo

Yuda Agustian berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94.

13 jam lalu42 views
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ
Nasional

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ

Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

13 jam lalu30 views
UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah
Inspirasi

UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah

Teknologi ini dirancang untuk menemukan titik rawan kebakaran lebih cepat di lahan gambut Kalimantan.

2 hari lalu154 views