Kamus Mahasiswa Logo
Beranda/Inspirasi/Fakhri Fauzi: Lulusan UIN Jakarta yang Menjadi Pengajar Bahasa Indonesia di Harvard
Inspirasi

Fakhri Fauzi: Lulusan UIN Jakarta yang Menjadi Pengajar Bahasa Indonesia di Harvard

Bahasa Indonesia kini semakin mendunia, hal ini salah satunya dicirikan dengan adanya kelas bahasa yang dibuka di Harvard Kennedy School (HKS), bagian dari uni

By Silmi Hakiki26 Agustus 20263 Menit Baca254 Dilihat0 Komentar
Fakhri Fauzi: Lulusan UIN Jakarta yang Menjadi Pengajar Bahasa Indonesia di Harvard

Bahasa Indonesia kini semakin mendunia, hal ini salah satunya dicirikan dengan adanya kelas bahasa yang dibuka di Harvard Kennedy School (HKS), bagian dari universitas bergengsi Harvard University. Fakhri Fauzi, menjadi salah seorang yang terlibat di dalamnya, ia merupakan asisten pengajar yang merupakan alumnus program studi Bahasa dan Sastra Inggris UIN Syarif Hidayatullah Jakarta angkatan 2015.

Perjalanan Karier dan Pendidikan Fakhri

Ketertarikan Fakhri pada dunia pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tidak muncul seketika. Kariernya dimulai saat ia menjadi pengawas tes bahasa di Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Jakarta.

Melihat besarnya potensi mengajar mahasiswa asing, ia memutuskan untuk menekuni bidang ini dengan mengambil sertifikasi BIPA meskipun biayanya cukup besar saat itu. Tak berhenti di situ, Fakhri kemudian melanjutkan pendidikan magister di jurusan Linguistik Terapan Universitas Indonesia (UI) pada tahun 2021 untuk memperkuat kompetensinya.

Pengalaman Internasional dan Kemampuan Bahasa

Sebelum menginjakkan kaki di Harvard, Fakhri telah memiliki rekam jejak mengajar yang luas di berbagai negara, baik secara luring maupun daring. Diantaranya ia pernah mengajar offline di Kamboja, India, dan Myanmarr. Kemudian pernah menjadi instruktur online bagi staf perusahaan asing di Jakarta serta KBRI di India selama masa pandemi.

Selain ahli dalam mengajar, Fakhri juga merupakan seorang poliglot yang menguasai tujuh bahasa, yakni Indonesia, Inggris, Arab, Korea, Khmer (Kamboja), Prancis, dan Sunda.

Menjadi Bagian dari Harvard Melalui Fulbright

Fakhri berhasil mencapai Harvard melalui program beasiswa Fulbright Foreign Language Teaching Assistant (FLTA). Program ini memungkinkan pengajar bahasa Indonesia untuk mengajar sekaligus mengambil mata kuliah di sana.

Selama di Harvard, Fakhri mengamati perbedaan budaya akademik yang signifikan seperti hubungan antara profesor dan mahasiswa terasa lebih santai dan setara dibandingkan di Asia. Selanjutnya iklim kampus yang kompetitif, yakni mahasiswa Harvard dikenal sangat kritis dan memiliki daya saing tinggi.

Adapun peran mengajarnya di sana meskipun berstatus sebagai asisten pengajar, Fakhri dipercaya sebagai instruktur inti yang membimbing mahasiswa, peneliti, hingga cendekiawan di wilayah Boston dari tingkat pemula hingga mahir.

Membuat Konten Edukasi Lewat Kanal YouTube

Selain disibukkan dengan mengajar, Fakri juga aktif meneliti, menulis jurnal internasional dan berbagi ilmu lewat YouTube (@KelasPakFay). Melalui kanal YouTube dengan lebih dari 4 ribu subscribers tersebut Fakhri membuat konten edukasi pembelajaran bahasa Indonesia yang ditujukan khususnya bagi penutur asing.

Melalui kemampuannya menguasai berbagai bahasa asing, sosok Fakhri berhasil terlibat aktif di panggung pendidikan dunia. Ditambah dengan dedikasi dan komitmennya yang tinggi sebagai seorang pendidik, ia secara konsisten memperkenalkan bahasa Indonesia kepada masyarakat luar. Upayanya ini berhasil membawa bahasa dan budaya Indonesia semakin diakui serta dikenal luas di tingkat global.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Reza, Cucu Tukang Parkir Asal Sendowo yang Kuliah Gratis di UGM

S

Penulis: Silmi Hakiki

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi
Nasional

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi

Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian.

13 jam lalu40 views
Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Inspirasi

Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo

Yuda Agustian berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94.

13 jam lalu42 views
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ
Nasional

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ

Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

13 jam lalu30 views
UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah
Inspirasi

UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah

Teknologi ini dirancang untuk menemukan titik rawan kebakaran lebih cepat di lahan gambut Kalimantan.

2 hari lalu152 views