Kamus Mahasiswa Logo
Beranda/Beasiswa/Beasiswa Pemerintah Swiss 2027 Dibuka, Ada Tunjangan Rp54 Juta per Bulan
Beasiswa

Beasiswa Pemerintah Swiss 2027 Dibuka, Ada Tunjangan Rp54 Juta per Bulan

Pendaftaran mulai dibuka pada 20 Agustus dan berakhir 30 November 2026.

By Agnes Yonatan (Penulis Utama)26 Agustus 20263 Menit Baca687 Dilihat0 Komentar
Beasiswa Pemerintah Swiss 2027 Dibuka, Ada Tunjangan Rp54 Juta per Bulan

Sekretariat Negara Swiss untuk Pendidikan, Penelitian, dan Inovasi (SERI) kembali membuka pendaftaran Swiss Government Excellence Scholarships untuk tahun akademik 2027–2028. Bagi warga negara Indonesia, pendaftaran program ini berlangsung mulai 20 Agustus hingga 30 November 2026.

Tahun ini, pelamar dari Indonesia dapat memilih dua jalur beasiswa penelitian, yakni PhD (S3) dan Research Fellowship. Keduanya ditujukan bagi kandidat yang ingin mengembangkan kemampuan akademik sekaligus melakukan penelitian di institusi pendidikan atau penelitian yang diakui di Swiss.

Program PhD diperuntukkan bagi kandidat yang ingin melanjutkan pendidikan doktoral di universitas atau lembaga penelitian di Swiss. Pelamar harus telah menyelesaikan gelar master atau setara dalam bidang akademik apa pun paling lambat 31 Juli 2027. Khusus kandidat yang mendaftar ke ETH Zurich, gelar master harus sudah diperoleh paling lambat 30 Juni 2027.

Sementara itu, Research Fellowship ditujukan bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian selama satu tahun di Swiss sebagai bagian dari program doktoral yang sedang ditempuh di negara asal. Kandidat yang sebelumnya belum pernah belajar maupun melakukan penelitian di Swiss akan mendapatkan prioritas.

Baca Juga: Beasiswa Maung Depok 2026 Tahap 2 Dibuka, Mahasiswa D3 hingga S1 Bisa Dapat Bantuan UKT

Tunjangan hingga Rp54 Juta per Bulan

Penerima beasiswa akan mendapatkan sejumlah dukungan selama menjalani studi atau penelitian di Swiss. Salah satu manfaat utamanya adalah tunjangan hidup sebesar CHF 2.450 atau sekitar Rp54 juta per bulan selama 12 bulan.

Masa pemberian beasiswa dapat diperpanjang hingga dua kali, dengan durasi maksimal 36 bulan, tergantung pada perkembangan akademik selama 12 bulan pertama. Program beasiswa dimulai pada 1 September 2027.

Selain tunjangan hidup, penerima juga memperoleh asuransi kesehatan, uang jaminan sewa sebesar CHF 600 atau sekitar Rp13,2 juta, kartu perjalanan dengan tarif setengah harga untuk transportasi umum, serta tunjangan tiket pesawat pulang-pergi.

Namun, terdapat sejumlah biaya yang tidak ditanggung oleh program. Beberapa di antaranya adalah biaya kuliah per semester yang berkisar CHF 600–2.000, biaya konferensi, penelitian lapangan, serta biaya hidup anggota keluarga atau tanggungan.

Syarat Utama yang Harus Dipenuhi

Untuk mendaftar program PhD maupun Research Fellowship, calon penerima harus memenuhi sejumlah persyaratan. Pelamar wajib memperoleh gelar master atau setara sesuai batas waktu yang telah ditentukan dan memenuhi ketentuan usia, yakni lahir setelah 31 Desember 1991.

Pelamar juga harus menyiapkan proposal penelitian secara terperinci, termasuk linimasa dan aktivitas utama penelitian. Selain itu, diperlukan surat dukungan dari pembimbing akademik di Swiss yang dilengkapi dengan curriculum vitae (CV) singkat pembimbing.

Bagi pelamar yang telah tinggal di Swiss, tanggal kedatangan tidak boleh lebih awal dari 1 Agustus 2026. Mereka juga harus menyertakan bukti berupa konfirmasi pendaftaran atau izin tinggal.

Penerima beasiswa nantinya diwajibkan untuk berdomisili di Swiss selama mengikuti program.

Kualitas Riset Jadi Salah Satu Penentu

Seleksi penerima tidak hanya mempertimbangkan kelengkapan administrasi. Pihak penyelenggara akan menilai beberapa aspek, termasuk rekam akademik, kompetensi penelitian, serta motivasi kandidat.

Selain itu, kualitas dan orisinalitas proyek penelitian juga menjadi pertimbangan penting. Kualitas supervisi akademik serta potensi terbentuknya kolaborasi di masa depan turut diperhitungkan dalam proses seleksi.

Dengan cakupan pendanaan dan kesempatan melakukan studi maupun penelitian di lingkungan akademik Swiss, program ini menjadi salah satu peluang bagi akademisi dan peneliti Indonesia yang ingin mengembangkan pengalaman internasional sekaligus memperluas jejaring riset.

Baca Juga: Beasiswa Unggulan Kemendikdasmen 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Tahapan Seleksinya

A

Penulis: Agnes Yonatan (Penulis Utama)

Tim redaksi & kontributor Kamus Mahasiswa. Berkomitmen menyajikan informasi terpercaya seputar beasiswa, tips akademik, dan dunia mahasiswa Indonesia.

Komentar Pengunjung (0)

Tinggalkan Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Referensi Terkait

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi
Nasional

1 Juta Lebih Sarjana Menganggur, Pakar Ungkap Masalahnya Bukan Sekadar Kompetensi

Jumlah pengangguran dari kalangan lulusan perguruan tinggi di Indonesia masih menjadi perhatian.

11 jam lalu38 views
Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo
Inspirasi

Pernah Jadi Barista hingga Bersihkan Rumah Dosen, Yuda Kini Lulusan Terbaik UIN Walisongo

Yuda Agustian berhasil meraih predikat sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,94.

11 jam lalu39 views
Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ
Nasional

Kabut Asap Karhutla Ganggu Kualitas Udara, Sekolah di Riau Bisa Terapkan PJJ

Pemerintah Provinsi Riau menerbitkan Surat Edaran (SE) yang memungkinkan sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

11 jam lalu30 views
UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah
Inspirasi

UIN Palangka Raya Kembangkan Drone AI untuk Deteksi Karhutla dari Bawah Tanah

Teknologi ini dirancang untuk menemukan titik rawan kebakaran lebih cepat di lahan gambut Kalimantan.

2 hari lalu152 views